Januari12
Guru SMAN 3; Nikita Willy Tidak DO
Kamis, 12 Januari 2012 pukul 12.04 WIB | Kategori Guru

Nilai jeblok, akibat sibuk shooting artis remaja Nikita Willy diisukan dikeluarkan dari sekolah

Jakarta (SAPULIDI News) - Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri  3 Jakarta I Made Maboedu membantah, jika siswanya yang juga artis sinetron Nikita Willy di DO (Dorp Out) dari sekolah tersebut. Hal ini dikatakan dia, saat dikonfirmasi soal permintaan Nikita yang mau keluar dari sekolah favorit di Jakarta itu. Kamis (12/1).

"Nikita memang merosot nilai mata pelajarannya sejak naik ke kelas 3. Padahal saat masih kelas 1 sampai kelas 2, Nikita mampu masuk sepuluh besar terbaik di kelasnya. Mungkin jadwal shooting dia yang padat, jadi sulit mengatur waktu antara tugasnya dan pekerjaannya."jelas Maboedu.

Diakui dia, Nikita memang sempat meminta ijin untuk keluar dari SMAN 3 pada bulan November 2011 lalu. Saat itu, pihak sekolah mencoba membujuknya agar mengurunkan niatnya tersebut."Kayanya dia sudah mantap untuk keluar dari sekolah ini. Katanya sih mau melanjutkan ke sekolah milik kak Seto."ujarnya.

Jadi, lanjut Maboedu, Nikita bukan dikeluarkan dari sekolah, tetapi mengundurkan diri."Mungkin dia merasa tidak mampu lagi memaksimalkan kemampuannya untuk mendapatkan nilai yang sama dengan teman-temannya. Karena sekolah ini RSBI jadi setiap siswa harus maksimal dalam pelajarannya."tegas Maboedu.

Sementara, Nikita Willy membenarkan, jika dirinya akan keluar dari SMAN , dan masuk ke homeschooling milik  Seto Mulyadi."Kalau disekolah homeschooling, saya bisa masuk jam 12 siang. Karena paginya saya bisa tidur dulu, maklumlah pulang shooting terkadang dari sore sampai pagi.Saya sadar ini konsekwensi pekerjaan."kata dia beralasan.

Ditambahkan pemain sinetron ini, dirinya kalau sudah lulus akan melanjutkan ke fakultas kedokteran. Lagipula, lanjut Nikita,  sekolah milik kak Seto itu juga resmi, dan ada ijasah yang berlaku jika akan melanjutkan ke perguruan negeri.(wan/red)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.