April15
Mantan Camat dan Sekcam Saling Tuding Soal Tenaga Magang
Minggu, 15 April 2012 pukul 16.14 WIB | Kategori BODETABEKBekasi

Bukti 4 surat perintah pengangkatan tenaga magang yang ditanda tangani Sekcam rawalumbu Edi Sutardi.(fotl iwan)

Bekasi (SAPULIDI News) – Terkait kasus penyalahgunaan wewenang mantan Sekretaris Camat (Sekcam Rawalumbu) Edi Sutardi, yang kini telah menjadi Camat Rawalumbu Kota Bekasi Jawa Barat, rupanya bakal berlanjut ke wilayah hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Edi Sutardi yang saat itu menjabat sebagai Sekcam Rawalumbu, mengangkat empat orang tenaga magang di kantornya. Melalui Surat Perintah (SP) medio tahun 2009 sampai 2011, yang ditandatanganinya, merekomendasikan 4 orang tenaga magang berinisial NM, R, ES, dan TR. Padahal saat itu telah ada Surat Edaran dari Walikota Bekasi, untuk tidak menerima tenaga magang di semua instansi Pemkot Bekasi.

Sementara, Camat Rawalumbu Edi Sutardi saat dikonfirmasi soal SP tersebut membenarkan bahwa dia yang mengeluarkan dan menandatanganinya, berdasakan perintah dari atasannya (Camat Rawalumbu saat itu Arkadi).

“Saya mengeluarkan surat itu (SP) untuk tenaga magang atas perintah Arkadi (Camat Rawalumbu saat itu). Kalau dia (Arkadi) bilang tidak tahu menahu soal surat itu, ya ga bener dia, masa atasan tidak mengetahuinya, lah, orang dia yang menyuruh saya untuk mengeluarkan surat itu,”beber Edi, saat di hubungi Sapulidi News per telpon. Minggu (15/4).

Terkait adanya Suarat Edaran Walikota Bekasi untuk tidak ada lagi rekrutmen tenaga magang, Edi menuturkan bahwa surat edaran itu dikeluarkan setelah dia merekrut tenaga magang baru.

“Surat edaran itu kan keluarnya sebelum kejadian tersebut. Jadi saat itu belum ada pelarangan merekrut tenaga magang,”bantahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Camat Rawalumbu Arkadi yang saat ini menjabat sebagai inspektorat di Pemkot Bekasi, menyangkal kalau dirinya mengetahui dan memerintahkan Edi Sutardi yang saat itu sebagai bawahanya, mengangkat tenaga magang.

Terpisah, Ketua Government Agent Coruption & Discrimination (GACD)  Kota Bekasi Hitler P Situmorang menduga, Edi Sutardi memungut biaya dari setiap tenaga magang tersebut.

“Saya dapat informasi dari sumber yang bias dipercaya, Edi diguga memungut biaya kepada tenaga magang tersebut sebesar Rp25 juta per orang. Jadi kalau empat orang sekitar Rp100juta, tapi ini masih kami perdalam bukti-buktinya,”ungkap Hitler saat ditemui di Bekasi. Minggu (15/4).

Hitler menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sebagai sebuah penyalahgunaan wewenang dari seorang pejabat.

“Kasus ini akan Kami akan laporkan ke Polda Metro Jaya, dan nanti akan ketahuan siapa dalang sesungguhnya dibalik semua ini. Tidak mungkin Edi Sutardi sebagai Sekcam saat itu berjalan sendirian,”pungkasnya.(wan)

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.